Pertumbuhan Kantor Jasa Akuntansi (KJA)

image

Adanya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 25/PMK.01/2014 tentang Akuntan Beregister Negara membuktikan adanya perhatian pemerintah dalam perlindungan terhadap kepentingan publik, pembinaan terhadap profesi akuntan dan mendorong perkembangan profesi akuntan di Indonesia untuk menghadapi tantangan profesi dalam perekonomian global. Jika Kantor Akuntan Publik (KAP) merupakan wadah bagi Akuntan Publik dalam memberikan jasanya. Kini para Akuntan dapat memberikan jasa akuntansi bagi kepentingan publik dengan bernaung dalam badan usaha yang berdasarkan PMK disebut Kantor Jasa Akuntansi (KJA). KJA dapat berbentuk usaha: (1) Perseorangan; (2) Persekutuan Perdata; (3) Firma; (4) Koperasi; atau (5) perseroan terbatas. Pada akhir tahun 2015, jumlah izin KJA yang telah diterbitakan oleh Kementerian Keuangan -- dalam hal ini Pusat Pembinaan Profesi Keuangan (PPPK) -- sebanyak 115 KJA. Jumlah ini didominasi oleh KJA berbentuk perseorangan.

Sesuai dengan ketentuan pasal 15 PMK nomor 25/PMK.01/2014 yang menyatakan bahwa KJA berkewajiban untuk menyampaikan laporan kegiatan usaha tahunan paling lambat pada akhir bulan Maret tahun berikutnya. Tahun 2016 menjadi tahun pertama penyampaian laporan kegiatan usaha bagi KJA mengingat tahun 2015 merupakan awal mula terbitnya izin pendirian KJA untuk pertama kali, dan terus bertambah hingga saat ini. Dalam laporan kegiatan usaha tahunan ini terdapat informasi mengenai klien dan pendapatan KJA. 

Berdasarkan laporan kegiatan usaha KJA tahun 2015, tercatat 71 KJA telah menyampaikan laporan kegiatan usahanya. PPPK selaku wakil pemerintah dalam membina KJA tentu mengapresisasi kepatuhan para KJA dalam penyampaian laporan  kegiatan usaha tahunannya. Kendati masih banyak KJA terdaftar yang belum mematuhi kewajiban tersebut. Dalam laporan kegiatan usaha KJA selama tahun 2015 masih terdapat KJA tanpa klien. Sementara jumlah klien terbanyak yaitu 130 klien. Untuk pendapatan KJA berkisar Rp0 sampai dengan Rp4.750.000.000. Grafik berikut menampilkan persebaran jumlah pendapatan KJA yang dikelompokkan berdasarkan bentuk usaha.

Bentuk usaha KJA PT dan Perseorangan menjadi 2 (dua) bentuk usaha KJA yang memperoleh pendapatan tertinggi. Jumlah pendapatan KJA berbentuk usaha PT dihimpun dari pendapatan 7 KJA PT. Jumlah ini lebih rendah dibandingkan dengan jumlah KJA yang berbentuk usaha Perseorangan, yakni sebanyak 54 KJA Perseorangan. Hal ini seiring dengan bentuk usaha KJA Perseorangan yang mendominasi jumlah KJA terdaftar.

Fri, 9 Jun 2017 @04:51

Copyright © 2017 KJA ASHADI DAN REKAN · All Rights Reserved
powered by sitekno